| Agen Domino Online |
SAHAM DOMINO - Durian berdarah di Labuhanbatu Raya (Labura), Sumatera Utara (Sumut), membuat heboh warga Dusun IX, Desa Siduadua, Kecamatan Kualuh Selatan.
Akibat peristiwa tersebut dua orang anak terkapar, satu diantaranya tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan, kepala remuk, dan lehernya patah.
Kejadian berawal saat Wahyudi (13) dan Fani (12), pergi mencari buah durian di kebun. Kepergian ketiga bocah itu dilarang orang tuanya, karena hujan disertai angin kencang sedang terjadi.
Meski telah dilarang, ketiga bocah itu tetap pergi. Kebun durian yang mereka tuju itu milik keluarga mereka, yang tak dijaga. Ketiganya berharap pulang banyak membawa durian, karena ada angin kencang.
"Mereka sebenarnya telah dilarang pergi sama orang tuanya karena ada hujan disertai angin kencang, tapi mereka pergi juga," kata Kadus IX, Desa Siduadua, Erdi.
Setengah jam setelah kepergian ketiganya, Yanda pulang dengan tergesa. Ia menjerit histeris dan melaporkan kejadian yang menimpa Wahyudi dan Fani. "Warga pun beramai-ramai ke lokasi," tambahnya.
Menurut Sri Asih, warga lainnya, saat mereka sampai di lokasi, ada dahan durian besar yang patah dekat Wahyudi dan Fani terkapar. Wahyudi diketahui tewas di tempat, sementara Fani pingsan. "Kepala Wahyudi sudah lembek, lehernya patah, sementara Fani pingsan," terangnya.
Warga lalu membawa jasad Wahyudi yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu ke rumah orang tuanya. Sementara Fani dilarikan ke Puskesmas Gunting Saga.
Jasad Wahyudi kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Dusun Pertanian, Desa Damuli Pekan. Fani hingga saat ini masih dirawat di puskesmas, namun kondisinya mulai membaik.


0 komentar:
Posting Komentar