SAHAM DOMINO - Meski bisa lolos ke babak final Piala AFF 2016, Timnas Indonesia masih dianggap remeh. Pasalnya, musuh yang akan dihadapi adalah juara bertahan Thailand.
Selain itu, tim besutan Alfred Riedl itu pun sama sekali tak diunggulkan karena baru lepas dari suspend FIFA setahun lalu. Praktis, Piala AFF 2016 menjadi ajang kompetisi internasional ‘pertama’ bagi punggawa Merah Putih.
Hal lain yang mendasari penilaian miring itu adalah anggapan selama ini bahwa Indonesia sama sekali belum pernah berhasil merengkuh trofi jawara Asia Tenggara.
Seperti diketahui, dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang 2 tahunan itu, runner-up adalah gelar paling mentok yang bisa didapatkan skuad Garuda.
Meski begitu, anggapan miring nan remeh itu bisa jadi hal yang sangat menguntungkan bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, Boaz Salossa cs pun bisa tampil all out dan ‘nothing to lose’.
“Enggak apa-apa Indonesia dijuluki spesialis runner-up. Ya intinya itu bisa jadi kelebihan dan mengejutkan juara,” tegas Menpora Imam Nahrawi.
Menpora sendiri berjanji bakal hadir langsung dalam laga final. Ini sebagai bayaran kala dia berhalangan hadir di semifinal.
“Insya Allah saya nanti datang menonton secara langsung. Prediksi saya, semoga nanti Indonesia bisa menang di kandang,” tandas dia.
Skuad Garuda sendiri bakal lebih dahulu menjamu Thailand di Stadion Pakansari, Rabu (14/12) mendatang, sebelum bertandang ke Bangkok, pada 17 Desember.



0 komentar:
Posting Komentar