![]() |
| Agen Domino Online |
SAHAM DOMINO - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepulauan Selayar Andi Abdurrahman hingga Minggu (4/12/2016) malam, masih menjalani pemeriksaan intensif di Ruang Kasat Reskrim Polres Selayar.
Andi Abdurrahman dan stafnya harus berurusan dengan setelah dilaporkan menganiaya 3 petugas Avsec Bandara Aroepala Selayar.
Staf Kadishub Selayar, Andi Askar, yang juga dipolisikan, akhirnya angkat bicara.
Menurut Andi Askar, saat itu dia mendampingi Andi Abdurrahman yang akan berangkat ke Kota Makassar. Namun di pintu bandara, dia melihat pimpinannya itu ditahan oleh petugas Avsec Bandara Aroepala dan sempat terjadi keributan.
“Yang membuat Pak Kadis itu marah dan emosi karena bukan karena dilarang masuk bandara, tapi karena melihat beberapa orang diloloskan masuk tanpa memiliki kartu pas,” ujarnya kepada pojoksulsel.com, Minggu (4/12/2016) malam tadi.
Kepala Seksi Bina Pengawasan Bandara dan Penerbangan Dishub Selayar ini menerangkan, dirinya tidak menyaksikan secara langsung melakukan penganiayaan terhadap petugas bandara.
Namun saat berbalik, dia sudah melihat Kadishub Selayar sudah dikepung, sehingga dia pun harus turun tangan.
“Saat Pak Kadishub dikepung, saya tarik satu orang, lalu saya sikat. Tapi intinya, ada ketidakadilan yang terjadi di bandara,” dalihnya.
Dia pun berencana akan melaporkan balik pihak Bandara Aroepala Selayar karena telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan ke Mapolres Selayar.
Sebelumnya, Kadishub Selayar mengaku tidak melakukan penganiayaan kepada petugas Bandara Aroepala Selayar, seperti yang ramai diberitakan media.
“Saya tidak memukul, saya hanya mendorong. Mungkin di situ tangan saya mengenai anggota tubuhnya. Itu spontan. Yang jelas, saya hanya mendorong,” tegas Andi Abdurrahman yang saat dihubungi masih diperiksa di Mapolres Selayar.
Menurut dia, saat akan melakukan ceck-in di Bandara Aroepala Selayar, Andi Abdurrahman melihat sejumlah oknum petugas bandara melakukan ketidakadilan terhadap sejumlah penumpang.
Ketidakadilan yang dimaksud, yakni sejumlah warga diloloskan masuk bandara tanpa memiliki pas bandara.
“Ada perbuatan yang tidak adil. Saya saksikan di depan mata saya sendiri. Itu yang bikin saya emosi. Padahal saya ini wajib mengurus bandara, lahan saya yang urus, bandara adalah mitra kerja saya,” akunya kepada pojoksulsel.com.
Diberitakan sebelumnya, insiden penganiyaan ini berawal ketika Kadishubkominfo Selayar masuk ke ruang keberangkatan untuk chek-in penumpang. Namun, dilarang oleh petugas Avsec Bandara Aroeppala berinisial KU (20) karena tidak dapat menunjukan kartu pas Bandara. Pelaku bersama stafnya pun akhirnya kembali ke ruang VIP.
Di situlah insiden tersebut terjadi, sehingga Kadishub Selayar dan stafnya dilaporan menganiaya tiga sekaligus petugas Bandara Aroepala Selayar.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan yang dihubungi membenarkan insiden penganiayaan yang dilakukan Kadishubkominfo Selayar bersama stafnya.
Eddy Tarigan mengatakan, Kadishub dan stafnya untuk sementara masih diamankan di Mapolres Selayar untuk dimintai keterangan.



0 komentar:
Posting Komentar