Jumat, 06 Januari 2017

Mengenaskan, Jasad Bocah Rohingya Terdampar di Tepi Sungai

SAHAM DOMINO - Isu penganiayaan warga Rohingya oleh pemerintah Myanmar kian merebak menyusul beredarnya foto mengenaskan seorang bocah yang terdampar di kubangan lumpur di tepi sebuah sungai.

Foto bocah yang didentifikasi sebagai Mohammed Shohayet, terdampar di tepi Sungai Naf di perbatasan Bangladesh-Myanmar. Bocah berusia 16 bulan itu tewas tenggelam saat coba mengungsi dari wilayah bergejolak di Myanmar.

Kisah itu lantas mengingatkan semua orang pada foto Aylan Kurdi, seorang bocah pengungsi Suriah berusia tiga tahun yang terbaring kaku di pantai Turki. Sebuah kesamaan yang mencolok antara keduanya adalah bahwa mereka melarikan diri kekerasan dan konflik yang melanda negerinya.

Shohayet dan keluarganya berusah amenyeberangi Sungai Naf untuk mengungsi ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Namun, selama perjalanan perahu mereka tenggelam.

Dalam perahu naas tersebut terdapat ibu Shohayet, paman dan kakaknya yang berusia tiga tahun serta ayahnya. Hanya sang ayah saja yang berhasil selamat dari insiden tersebut, sementara jenazah bayi itu ditemukan tersapu ke bibir Sungai Naf.

"Tidak ada gunanya saya hidup di dunia ini. Di desa kami, helikopter menembakkan senjata pada kami, dan tentara Myanmar juga menembaki kami. Kami tidak bisa tinggal di rumah kami. Kami melarikan diri dan bersembunyi di hutan," kata Zafor Alam, yang mengaku sebagai ayah bocah nahas tadi.

"Kakek dan nenek saya dibakar sampai mati. Seluruh desa kami dibakar oleh militer. Tak ada yang tersisa," kata dia seperti dilansir India Today pada 5 Januari 2017.

Sementara itu, pemerintah Myanmar mengatakan gambar itu hasil rekayasa dan propaganda agar dunia menyalahkan pemerintah atas apa yang terjadi pada etnis muslim Rohingya.

Pemerintah pada Rabu, 4 Januari 2017, merilis laporan menyangkal tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Rohingya dan mengingatkan pembaca untuk tidak mempercayai "berita palsu dan rumor".

Ribuan warga etnis Rohingya, telah melarikan diri dari Myanmar guna menghindari dianiaya oleh militer. Etnis minoritas yang hak kewarganegaraannya telah digantung bertahun-tahun, mengklaim bahwa pasukan keamanan telah memperkosa, membunuh serta membakar rumah mereka.

Para pejabat pemerintah Myanmar menyangkal bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan dan menuduh bahwa Rohingya membakar rumah-rumah mereka sendiri.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui Rohingya sebagai salah satu etnis minoritas di negara itu dan menggambarkan mereka sebagai Bengali atau orang-orang yang berasal dari Teluk Bengal.

Mereka dianggap 'entitas tidak berkewarganegaraan'. Pada 2015 migrasi massal dari ribuan orang Rohingya dari Myanmar dimulai.

Mengenaskan, Jasad Bocah Rohingya Terdampar di Tepi Sungai

0 komentar:

Posting Komentar